Bacaan Surat Quraisy & Terjemahannya


Muqaddimah Surat Quraisy- Surat Quraisy Surat ini terdiri atas 4 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat At Tiin. Nama Quraisy diambil dari kata Quraisy yang terdapat pada ayat pertama, artinya suku Quraisy. Suku Quraisy adalah suku yang mendapat kehormatan untuk memelihara Ka'bah.

Pokok-pokok isinya:
Peringatan kepada orang Quraisy tentang nikmat-nikmat yang diberikan Allah kepada mereka karena itu mereka diperintahkan untuk menyembah Allah.


بسم الله الرحمن الرحيم
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ
"Li-iilaafi quraysy"
[106:1] Karena kebiasaan orang-orang Qurannisy,
[106:1] For the protection of the Qureaish
إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ
"Iilaafihim rihlata sysyitaa-i washshayf"
[106:2] (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
[106:2] Their protection during their trading caravans in the winter and the summer
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
"Falya'buduu rabba haadzaa lbayt"
[106:3] Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
[106:3] So let them serve the Lord of this house
الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ
"Alladzii ath'amahum min juu'in waaamanahum min khawf"
[106:4] Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
[106:4] Who feeds them against hunger and gives them security against fear.

Bacaan Surat Al Humazah & Terjemahannya


Muqaddimah Surat Al Humazah - Surat Al Humazah terdiri atas 9 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Qiyaamah. Dinamai Al Humazah (pengumpat) diambil dari perkataan Humazah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. 

Pokok-pokok isinya:
Ancaman Allah terhadap orang-orang yang suka mencela orang lain, suka mengumpat dan suka mengumpulkan harta tetapi tidak menafkahkannya di jalan Allah.


بسم الله الرحمن الرحي
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
Waylun likulli humazatin lumaza
[104:1] Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,
[104:1] Woe to every slanderer, defamer,
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ
Alladzii jama'a maalan wa'addadah
[104:2] yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,
[104:2] Who amasses wealth and considers it a provision (against mishap);
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
Yahsabu anna maalahu akhladah
[104:3] dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,
[104:3] He thinks that his wealth will make him immortal.
كَلَّا ۖ لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
Kallaa layunbadzanna fii lhuthama
[104:4] sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.
[104:4] Nay! he shall most certainly be hurled into the crushing disaster,
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ
Wamaa adraaka maa lhuthama
[104:5] Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?
[104:5] And what will make you realize what the crushing disaster is?
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
Naarullaahi lmuuqada
[104:6] (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,
[104:6] It is the fire kindled by Allah,
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ
Allatii taththhali'u 'alaa l-af-ida
[104:7] yang (membakar) sampai ke hati.
[104:7] Which rises above the hearts
إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ
Lnnahaa 'alayhim mu/shada
[104:8] Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,
[104:8] Surely it shall be closed over upon them,
فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ
Fii 'amadin mumaddada
[104:9] (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
[104:9] In extended coloumns.

Bacaan Surat Al 'Ashr & Terjemahannya


Muqaddimah Surat Al - Ashr
Surat Al'Ashr terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Alam Nasyrah. Dinamai Al 'Ashr (masa) diambil dari perkataan Al 'Ashr yang terdapat pada ayat pertama surat ini. 

Pokok-pokok isinya:

Semua manusia berada dalam keadaan merugi apabila dia tidak mengisi waktunya dengan perbuatan-perbuatan baik.



بسم الله الرحمن الرحيم


 وَالْعَصْرِ

“Wal'ashr”

[103:1] Demi masa.
[103:1] I swear by the time,


 إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“Inna l-insaana lafii khusr”

[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
[103:2] Most surely man is in loss,


إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Illaalladziina aamanuu wa'amiluu shshaalihaati watawaasaw bilhaqqi watawaasaw bishshabr"

[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
[103:3] Except those who believe and do good, and enjoin on each other truth, and enjoin on each other patience.

Bacaan Surat An -Naas & Terjemahannya


Muqaddimah Surat An -Naas - Surat ini terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Falaq. Nama An Naas diambil dari An Naas yang berulang kali disebut dalam surat ini yang artinya manusia. 

Pokok-pokok isinya:
Perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Qul a'uudzu birabbi nnaas
[114:1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
[114:1] Say: I seek refuge in the Lord of men,
مَلِكِ النَّاسِ
Maliki nnaas
[114:2] Raja manusia.
[114:2] The King of men,
إِلَٰهِ النَّاسِ
Ilaahi nnaas
[114:3] Sembahan manusia.
[114:3] The God of men,
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
Min syarri lwaswaasi lkhannaas
[114:4] Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,
[114:4] From the evil of the whisperings of the slinking (Shaitan),
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
Alladzii yuwaswisu fii shuduuri nnaas
[114:5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
[114:5] Who whispers into the hearts of men,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
mina ljinnati wannaas
[114:6] dari jin dan manusia.
[114:6] From among the jinn and the men.

Bacaan Surat Al Falaq & Terjemahannya


Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Fiil. Nama Al Falaq diambil dari kata Al Falaq yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya waktu subuh. Diriwayatkan oleh Abu Daud, At Tirmizi dan An Nasa-i dari 'Uqbah bin 'Aamir bahwa Rasulullah s.a.w. bersembahyang dengan membaca surat Al Falaq dan surat An Naas dalam perjalanan.

Pokok-pokok isinya:
Perintah agar kita berlindung kepada Allah s.w.t. dari segala macam kejahatan.

بسم الله الرحمن الرحيم


قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
“Qul aAAoothu birabbi alfalaq”
[113:1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
[113:1] Say: I seek refuge in the Lord of the dawn,

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
“Min sharri ma khalaq”
[113:2] dari kejahatan makhluk-Nya,
[113:2] From the evil of what He has created,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
“Wamin sharri ghasiqin ithawaqab”
[113:3] dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
[113:3] And from the evil of the utterly dark night when it comes,

وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
“Wamin sharri annaffathatifee alAAuqad”
[113:4] dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
[113:4] And from the evil of those who blow on knots,

وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Wamin sharri hasidin itha hasad”
[113:5] dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
[113:5] And from the evil of the envious when he envies

Bacaan Surat Al Adiyat & Terjemahannya


Bacaan Surat Al Adiyat - Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al'Ashr. Nama Al 'Aadiyaat diambil dari kata Al 'Aadiyaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya yang berlari kencang.

Pokok-pokok isinya:
Ancaman Alllah s.w.t. kepada manusia yang ingkar dan yang sangat mencintai harta benda bahwa mereka akan mendapat balasan yang setimpal di kala mereka dibangkitkan dari kubur dan di kala isi dada mereka ditampakkan.


وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا
“Wal'aadiyaati dhabhaa”
[100:1] Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
[100:1] I swear by the runners breathing pantingly,

فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا
“Falmuuriyaati qadhaa”
[100:2] dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
[100:2] Then those that produce fire striking,

فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا
“Falmughiiraati shubhaa”
[100:3] dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
[100:3] Then those that make raids at morn,

فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا
“Fa-atsarna bihi naq'aa”
[100:4] maka ia menerbangkan debu,
[100:4] Then thereby raise dust,

فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا
“Fawasathna bihi jam'aa”
[100:5] dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
[100:5] Then rush thereby upon an assembly:

إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
“Inna l-insaana lirabbihi lakanuud”
[100:6] sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
[100:6] Most surely man is ungrateful to his Lord.

وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ
“Wa-innahu 'alaa dzaalika lasyahiid”
[100:7] dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
[100:7] And most surely he is a witness of that.

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
“Wa-innahu lihubbi lkhayri lasyadiid”
[100:8] dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.
[100:8] And most surely he is tenacious in the love of wealth.

أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ
“Afalaa ya'lamu idzaa bu'tsira maa fii lqubuur”
[100:9] Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,
[100:9] Does he not then know when what is in the graves is raised,

وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ
"Wahushshila maa fii shshuduur"
[100:10] dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
[100:10] And what is in the breasts is made apparent?

إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌ
"Inna rabbahum bihim yawma-idzin lakhabiirun"
[100:11] sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.
[100:11] Most surely their Lord that day shall be fully aware of them.

Surat Al 'Aadiyaat menjelaskan sifat-sifat buruk manusia dan kebangkitan mereka serta pembalasan kepada mereka pada hari kiamat.
Hubungan Surat Al 'Aadiyaat Dengan Surat Al Qaari'ah
Surat Al 'Aadiyaat ditutup dengan penyebutan hari kiamat, sedang Surat Al Qaari'ah seluruhnya menjelaskan tentang hari kiamat itu.